Perawatan Tubuh dan Rambut Semasa Pandemi

Sunscreen untuk Tubuh

Weekdays aku enggak sempat jemuran santai karena jalan pagi dan les, paling berjemur sebentar aja pas break jam 10. Naah makanya kalau weekend kesempatan deh, jemuran pakai kursi berjemur yang baru dibeli Terus apply produknya lengkap:

• Reef Sun Dry Tan Oil SPF 30+ (tanning oil yang aku bawa ke Bandung, ini SPFnya lumayan tinggi jadi aku biasanya apply ini aja di badan)
• Klorane idn Sun Radiance Protective Oil (praktis kemasan spray, biat rambut enggak kering dan kusam karena matahari)
• Banilaco id Hello Sunny Water Essence Sun Spray SPF 50+ PA++++ (pakai spray untuk retouch, karena paginya udah apply yang bentuk cream)
.
Walaupun belum bisa ke pantai tapi ternyata masih bisa mengkondisikan berjemur di rumah pakai produk yang biasa aku bawa ke pantai, aromanya nostalgic.

Priming Water

Siapa bilang Priming Water studio tropik cuma bisa jadi make-up base spray aja? Nihhh aku kasih tau teknik kece yang bisa kalian praktekkin sehari-hari. Di sini aku pakai Balance Priming Water (yang warna kuning) karena ada kandungan Niacinamide & Zinc yang bagus untuk kulit oily/acne prone.

Nah setelah cuci muka, spray Balance Priming Water dan diamkan sebentar sampai enggak terlalu basah di kulit. Terus lanjutin deh skincare seperti biasa; essence, serum, moisturizer, sunscreen. Lalu last step spray lagi Balance Priming Waternya! Voila Enggak masalah setelahnya kamu pakai make-up atau enggak, yang jelas kulitnya bakal lebih hydrate dan kelihatan glowing.

FAQ menyisir rambut Keriting

– SISIR YANG DIPAKAI?
• Pakai Tangle Teezer sejak 2013
– SISIRAN ENGGAK SIH?
• Sebelum keramas saat rambut kering aja, tapi kadang pas rambut pakai conditioner disisir lagi.
– KENAPA ENGGAK SISIRAN LAGI SETELAH KERAMAS PAS RAMBUT UDAH KERING?
• Kalau disisir setelah styling pasti jadi pecah keritingnya. Naahh kalau udah pecah gini cara balikinnya ya harus dibasahin lagi rambutnya. Jadiiiii….. kalau kalian punya teman rambutnya keriting please jangan coba-coba untuk menyisir rambut teman kalian (biasanya) pakai jari dengan alasan gemas dan ingin pegang! Alasan tidak bisa diterima kecuali mau keramasin lagi.

Trekking Gunung Singgalang dengan Tim Solid

Do’a kami pagi itu, Jumat 27 Juli 2021 adalah…. “Semoga tidak ada pendaki lain yang naik, agar Singgalang hanya milik kami”. Dan alhamdulillah, doa anak baik didengar. Selama 24 jam penuh, Singgalang hanya milik kami ber 3. Damainya hidup waktu itu diciptakan oleh Allah, kami, dan Telaga Dewi. Singgalang adalah segala macam suasana.

Dari awal pendakian kami sudah disuguhi medan dengan kemiringan hampir 80 derajat (?) berupa tanah liat yang vibram pun bisa terpeleset. Setelahnya, medan berganti seperti terowongan2 di Shelter Kerinci berupa terowongan alami yang terbuat dari pohon. Bukan cuma harus merunduk, jalan pun hanya bisa 1 baris kaki karena kondisi jalan yang sangat sempit, dan licin.

Jika Ciremai punya Tanjakan Bin Bin, Seruni, Bapa Tere dll, Singgalang sejatinya punya 10 kali lipat lebih dari itu. Hanya saja, belum bertuan. Hanya sekedar tanjakan tanpa nama, tapi tenaga yang dikeluarkan untuk merambati tiap tanjakannya bukan cuma bisa sekedar atau ala kadarnya saja.

Suasana mulai berubah saat keluar hutan di Cadas, lahan mulai terbuka dan kami bisa melihat Marapi dari sana. Kemudian kembali memasuki hutan berupa lumut, kami harus extra hati2. Sangat disarankan membawa trekking pole ataupun kayu sebagai pegangan dan koreksi medan, apakah itu tanah mantap atau lumpur dalam. Pohon yang menjadi pijakan pun terkadang sangat licin, sehingga kalian harus punya pegangan, baik itu trekking pole, kayu atau pun manusia. Hawa damai mulai menggelayuti ketika bau Telaga Dewi mulai tercium, pertanda Tenda ingin segera didirikan.

Singgalang adalah segala macam cuaca. Panas terik, kabut, gerimis, hujan lebat, mendung, cerah merekah, padang bulan, langit penuh gemintang, semua ada di Singgalang. Bahkan dalam hitungan jam, kami bisa menikmati serentetan perbedaan cuaca tersebut. Luar biasa, dan aku baru menemuinya disini.

Singgalang adalah segala macam rasa. 24 jam lebih menitipkan raga dan jiwa kami di Telaga Dewi, berat sekali saat harus mulai berbenah diri dan melangkah meninggalkan segala yang ada disana. Setiap pertemuan harus ada perpisahan.Yang datang akan pergi, yang hidup akan mati. Tapi pada Singgalang…yang rindu akan semakin rindu.

Taiwan Punya Danau Besar Seperti Lautan

Halo Taiwan! Saya sudah bermimpi untuk mengunjungi Taiwan sejak bertahun-tahun yang lalu dan akhirnya berhasil! Begitu banyak tempat indah untuk dilihat di Taiwan! Kami pergi dari Selatan ke bagian Utara Taiwan dalam 5 hari! *sangat terburu-buru*

Kami mendapatkan pembelajaran tentang budaya otentik Taiwan, melihat keindahan Danau Sun Moon dari Kereta Gantung, berjalan-jalan di sekitar Pasar Malam di Taichung dan terkesan dengan The Iconic Landmark ‘Taipei 101’. Saya sudah merindukan segalanya tentang Taiwan!

Apakah Anda pernah ke Taiwan sebelumnya? Apa hal favorit Anda untuk dilakukan di Taiwan? Bagi saya hal tak terlupakan adalah melihat bunga sakura dan mengambil kabel untuk melihat seluruh Danau Sun Moon dari atas! Ini adalah hal yang harus dilakukan di Taiwan!

Satu lagi tempat menarik yang ada di Taiwan adalah sun moon lake atau yang biasa disebut dengan danau matahari dan bulan. Ini adalah sebuah danau ya, bukan laut. Memang ukuran danau ini tergolong besar makanya dinobatkan menjadi danau terbesar di Taiwan.

Ketika berkunjung kesini saya menaiki cable car sehingga dapat melihat dengan jelas keindahan danau dari atas. Sekelilingnya penuh dengan hutan hijau dan rindang. Ditambah lagi sudut kota taiwan juga dapat terlihat dari cable car yang saya naiki. Ini adalah salah satu pengalaman terkeren yang pernah saya alami ketika traveling.

Beneran deh, superrr cantik banget! Buat yg belum pernah naik cable car atau gondola, pengalaman ini gak boleh kalian lewatin! Sun Moon Lake dikelilingi oleh perbukitan yg cantik dengan layers yg mempesona! Gak terasa bangettt naiknya, karena aku menikmati banget eh tiba” udah sampe bawah lagi, worth it banget.

Pokoknya jika suatu saat kalian berkunjung ke Taiwan, jangan lupa untuk pergi melihat sun moon lake sejenak. Pemandangan dari sini membuat kita dapat menyadari betapa besarnya dunia ini dan betapa kecilnya manusia. Jadi, apa yang masih mau disombongkan dari diri sendiri? Di atas cable car ada langit. Di atas langit masih ada langit.

Tempat Bagus di Jakarta yang Sudah Menerapkan New Normal

YIPIW udah bisa nginep lagi bobobox id (buat yang belum tau ada fasilitas apa aja bisa langsung ke tiktok ku) BTW ada potongan harga kalo kalian pake refferal code gue BOBXRIFKIANTARIKSA lumayan kan hemat budget kalo lagi traveling. Harga dari bobobox nya aja udah terjangkau banget, apalagi kalau ditambah dengan promo. Kebayang ga sih liburan kalian akan menjadi sangat murah dan hemat.

Memasuki masa New Normal gini, Bobobox bikin program tanpa kontak, seperti yang diketahui kan untuk semua fitur yang bisa kita gunain itu ada di aplikasinya. Jadi dari mulai masuk check-in sampai masuk kamar (pod) tinggal pake handphone aja!
Walaupun ada beberapa fasilitasnya yang harus di limit untuk mengurangi angka Covid seperti komunal dan mushola. Ini nih menunjang buat new normal untuk tetap aman. Tapi jangan khawatir, beberapa fasilitas lain masih ada kok seperti biasa.

Another spot foto dijakarta check! Enak banget sunsetan disini apalagi sambil denger musik jadi berasa di canggu. VillaVi ini memang salah satu tempat foto yang instagramable banget deh pokoknya!

Sayangnya tempat ini tuh gak bisa di nginepin ya, tapi buat kalian yang mau bikin acara disini atau foto foto praweding dan semacamnya bisa banget. Biasanya mereka juga ada acara ngopi ditempat ini, kalian bisa cek sendiri langsung di IGnya ya! Save and thank me later.

Guys, gue nemu lagi nih spot keren yang bisa gue nikmatin kayak kemarin. Ternyata masih banyak spot keren untuk nikmatin sore di Jakarta kayak yang lo liat ini. Untung gue ga lupa bawa handphone vivo v19, jadi gue selalu ready untuk capture pake 48MP Clear Camera. Hasilnya yang clear bikin gue selalu semangat untuk menjalani kegiatan sampai selesai. .
Btw sekarang lo udah bisa beli produk vivo yang lo mau pake Layanan Antar ke Rumah dari vivo indonesia biar lo makin semangat berkegiatan di New Normal ini. Ayo liat info lebih lanjut di vivosmartphone.id.

Alkisah sang Angin & si Matahari Berdebat Siapa Terkuat

Biasanya saya selalu membawa sebuah jurnal di setiap perjalanan saya. Entah jurnal kecil atau yang size nya agak lebih besar, saya selalu menyelipkan buku jurnal dalam ransel setiap melakukan perjalanan. Kemana kaki saya melangkah jurnal ini tak hanya berperan sebagai sobat, tapi juga menjadi wadah untuk mencatat atau mensketsa apa yang saya lihat, saya dengar or saya rasakan. Buku jurnal bisa berisikan catatan penting tentang lokasi, sejarah, hasil obrolan dengan warga lokal, rasa atau sensasi apa saja yang dialami ketika berjalan. .

Sejak era Ibnu Batuta, Marco Polo, Hiram Bingham, George Mallory, hingga Michael Palin dan Farid Gaban, mereka selalu menggoreskan rekaman jejak yang teralami pada jurnal nya masing2 sepanjang ekspedisi mereka. Hingga seringkali sebuah gagasan memukau bisa terlahir dari situ. Atapun bisa saja setelah berapa tahun kita buka kembali jurnal yang kita punya.

Salah satu contoh cerita yang saya dapatkan ketika perjalanan dari seorang lelaki tua adalah tentang angin dan matahari. Keduanya beradu siapa yang terkuat dan paling berkuasa. Cerita ini saya catat di jurnal saya dan akan menjadi cerita untuk anak cucu kelak.

Angin mengklaim bahwa hembusannya mampu memporak-porandakan suatu desa, membuat gulungan ombak raksasa di lautan. Si matahari tenang saja, masih saja tak percaya. Hingga mereka pun bertaruh, “Mari kita lihat, siapa yang mampu membuat laki-laki itu melepas jaket hijaunya, maka dia lah pemenangnya!” Tantang si Angin.

Semakin ditiupkan kencang, semakin ditutup jaket lelaki itu. Semakin bernafsu dorongan hembusannya, semakin si lelaki itu memegang erat memeluk jaket hijaunya. Dan si angin pun kelelahan.

Giliran si Matahari. Dengan tenang ia memancarkan sinarnya, perlahan, berkala. Hingga radiasi nya menjadi selimut yang panas, terik, makin panas, pelan-pelan. Hingga si lelaki pun tergerak melepas jaket hijau nya sendiri.

Sering kita di hantam oleh ego sendiri, utk bertindak terburu-buru mencapai target. Santai. Balas lagi kirimkan bogem pada si ego. Nikmatin segala proses yang berjalan.

Dan si lelaki berjaket hijau itu pun melerai dan mendamaikan saga si Angin & Matahari. Akhirnya ia mengeluarkan kata2, sama2 saling mengingatkan : “Udah lah ga perlu ngeributin siapa yang terkuat, sebab yang terkuat adalah yang mampu bangkit berdiri kembali setelah terjatuh, ga mengeluh, dan tetep optimis.”

“Udah gih sana pada pulang, dah sore, mandi, waktunya ngaji.” Tutup lelaki tersebut sambil merogoh rokok di sakunya.

Fenomena Gunung Rinjani yang Selalu Padat Pengunjung

Melihat fenomena naik gunung yang akhir-akhir ini semakin marak dan membuat gunung semakin ramai dipadati pendaki terutama ketika weekend dan liburan membuat pencari kedamaian diketinggian sedikit ketar-ketir. Sudah sangat jarang nampaknya kita dapat merasakan keheningan saat menikmati senja dan terbitnya sang fajar diketinggian. Bahkan tak sedikit kita menemukan para pendaki yang dengan lantangnya berteriak-teriak keras sesama mereka, jujur hal seperti ini sangat mengganggu, apalagi banyak yang kurang mengindahkan kelestarian alam, corat-coret sana sini, ninggalin sampah sembarangan dan banyak hal lainnya yang mengganggu.

Beruntung di tempat ini, gunung favorit bagi saya, saya masih bisa dengan tenang menikmati sunrise dan sunset ditemani kabut dan suasana yang masih hening. Bersyukur masih sedikit pendaki alay yang merusak kenyamanan tempat ini. Yuk jadi pendaki yang bijak! Agar kita semua bisa menikmati alam tanpa harus mengganggu kenyamanan sesama pendaki dan kelestarian alam itu sendiri. Karena sesungguhnya yang kami cari diketinggian bukan hanya sebatas keindahan alam, tapi juga ketenangan dan kedamaian.

Rinjani adalah raksasa, sebuah Mahakarya Tuhan yang disematkan diatas kokohnya Pulau Lombok. Menyuguhkan keindahan yang tak terbantahkan dari mulai Danau Cantiknya, Puncak Anjani, Savana, Hot Spring dan berbagai keindahan lainnya. Keindahan itu pula yang membuat banyak orang meletakkan mimpi mereka untuk berdiri diatas Puncak Anjani. Dan dari Rinjani pula banyak orang menggantungkan harapan hidupnya, terutama para porter Rinjani dan pengelola Taman Nasional ini.

26 orang asing dari berbagai daerah yang dipertemukan dan dipersatukan oleh suka dukanya Rinjani. Dari yang tadinya nggak kenal sama sekali, sampai akhirnya berani bilang ini keluarga baru. Nggak semuanya disini pendaki, hampir 60 persennya pertama kalinya mendaki, tapi mereka hebat bisa mewujudkan mimpi mereka menjejakkan kaki di Puncak Dewi Anjani. Ini salah satu highlight terbesar saya dalam perjalanan tahun ini, bisa mengantarkan dan nemenin mereka ke puncak impian, berbagi suka duka bareng-bareng selama di Rinjani dan Lombok kemaren. Biarpun kemaren jadi leader saya banyak kurangnya, tapi seneng liat tim ini masih kompak sampe sekarang.

Salah satu travelmate asik yang gue temuin pas trip panjang gue kemaren adalah sailorot. Teman dari negeri seberang yang sangat menyadari kalau Indonesia itu indahnya bukan main, dari kecil sudan sering diajak orang tuanya liburan ke Indonesia. Sudah cukup banyak destinasi-destinasi keren di negeri ini yang dikunjunginya dan semakin bikin dia ketagihan untuk traveling di Indonesia. Disaat teman-temannya banyak yang memilih liburan ke Maldives, Eropa, dan Afrika, dia mencoba melawan arus dan memilih Indonesia sebagai destinasi favoritnya. See you again next year hasif!

Pesona Sumba Timur Tidak Pernah Berubah Keindahannya

Sumba Timur, dengan segala keindahan alam dan keramahan orangnya paling mampu menawan hati siapa saja yang mengunjunginya. Kuda-kuda berlarian bebas, bukit-bukit berundak yang dihiasi rumput coklatnya, hingga anak kecil yang antusias menyambut salam hangat kita. Di Sumba Timur, perjalanan-perjalanan menjadi lebih penuh makna dan penuh warna. Begitu banyak destinasi dengan segala pesonanya, yang membuat kita rindu untuk kembali menyapanya.

Magical morning in Waerebo. Salah satu aktivitas yang paling gak boleh di lewatin ketika mengunjungi Waerebo adalah melihat aktivitas pagi masyarakat asli sini, karena di pagi hari kita bisa melihat mereka sedang menjemur bijih kopi, menenun, mengurusi ternak, dan melihat anak-anak kecil yang masih ceria bermain bersama pengunjung lainnya.

AhMazing sunset in Bwanna Beach. First time catching sunset di spot ini dan seneng banget karena ternyata bagus bangeeet! Yang biasanya kesini cuma lagi pas siang hari. Perpaduan laut dengan pantai tebing yang tinggi disini bikin pemandangan makin ciamik. Yang ke Sumba Barat Daya wajib banget sunsetan disini!

Sunrise wairinding pagi ini, makin menambah cinta dan kagum gue kepada Sumba Timur. Bukit-bukit cantiknya yang luas banget sejauh mata memandang bikin makin bersyukur bisa dikasih kesempatan buat nikmatin pemandangan secakep ini.

Road trip Sumba kali ini dipenuhi tawa ngakak dari canda receh para mulut-mulut yang gak kalah recehnya. Apalagi kalau udah ada yg nyeletuk dan dibales sama yang lain, udah deh, di goyang dikit ambyaaar.

Thank you Sumba for the great trip! Semuanya nyenengin apalagi teman-teman baru diperjalanan kali ini! Dan kali ini seneng banget bisa ngerasain nikmatnya main air di air terjun lagi setelah setahun lebih nggak pernah ke air terjun lagi. Destinasi dan teman perjalanan kali ini makin bikin susah move on dari keindahan dan keriaan sumba kemaren.

Jujur, perjalanan Sumba kemaren adalah salah satu perjalanan yang paling menyenangkan dan berkesan bagi saya. Ketemu teman-teman baru yang asik semua, ditambah dengan pemandangan dan cuaca dis Sumba yang kali ini cakep banget. Apalagi bukit-bukit di Sumba Timur yang lagi coklat banget (walaupun kali ini Kuda-kudanya pada ilang kabur entah kemana). Semoga bisa balik lagi ke Sumba dengan cerita yang nggak kalah asiknya kayak kemaren.

Fjords yang Paling Indah di Seluruh Dunia Ada Disini!

The Naerofjord adalah fjords yang paling bagus di seluruh dunia. Percaya deh pas ketika naik cruise dari Flam ke Gudvangen ini, ataupun jalur sebaliknya, pemandangan didepan mata kalian ini magical banget! Asliiiik! Apa yang diliat kadang gabisa dicapture sempurna oleh kamera. Gimana feeling kita waktu itu, gimana dinginnya disana, gimana bahagianya, gimanaaaa gimanaaa dan gimana lainnya. Kadang foto yg ditangkap cuma ala kadarnya, tapi bagi yg merasakan momennya beuhhhh gak bisa dilupain pokoknya.

Kayak waktu gue ngeliat air terjun ini, ada beberapa netizen yg jarinya saking lincahnya bilang “kayak gitu banyak di Indo bang”, ya bagi mereka yg gak ngerasain apa yg gue rasain ketika kapal gue berhenti beberapa menit didepan air terjun ini dan langsung ngerasain atmosfir dari dinginnya dan suara percikan air terjunnya langsung itu, bagusnyaaa minta ampun. Apalagi bisa liat barisan Fjords disini secara langsung tuh dream gue banget. Tapi ya bagi yg cuma ngeliat momen kayak begini dari bagus atau enggaknya bentuk air terjun, ya tetep aja bagi mereka sama aja. Mungkin bagi kalian yg suka komen atau ngeDM negatif atau kadang kasar, bagi kalian itu hal biasa aja. Tapi kadang buat gue khususnya, yang kadang juga capek jalan-jalan dan masih mau nyempetin buat share yg begini ke kalian, tapi masih aja dikomen begitu, gue sampe bingung, ini mikirnya “ini netizen yg komen begini, kurang piknik atau kurang kerjaan sih sebenernya?”

Jalan-jalan itu gak selalu tentang tempat yang bagus terus, momen yg bagus terus, capek juga kalau harus expect dan ngejar tempat bagus. Bisa nyampe ke destinasi tujuan dan pulang dg selamat aja udah harus disyukurin. Bagus atau enggak momen yg kita dapetin itu kita yg ciptain, kita yg rasain, jd blm tentu momen bagus buat gue itu bagus buat kalian. SO PLEASEEEE YAH PLEASEEEE BANGET BANGET BUAT KALIAN YG SUKA KOMEN ATAU DM NGEBANDINGIN DESTINASI YG GUE DATENGIN, stoplah yg begitu. Gue gak perlu sama sekali info dm yg begitu dari kalian. Apalagi kalau inget perjalanan gue ke Kamboja kemaren, dikomen segala macem, itu kesel sih, aslik!

Jangan Lupa Mampir Ke Norwegia Ketika Mengunjungi Swiss

Pulang dari Dolomiti kemaren, gue jadi punya gambaran, kalau misalnya pengen explore area Alps range ini, gue mungkin bakalan milih Dolomiti di Italy dibanding pegunungan yg ada di Switzerland (perbandingannya cuma 2 negara ini karena baru explore dua ini aja).

Kenapa Dolomiti? Karena harganya cukup terjangkau disini (kalau share barengan yak) cukup sewa mobil dari Venice, dan kalian bisa explore kawasan Dolomiti National Park yg luas banget, plus kelebihannya menurut gue area Dolomiti ini lebih nggak terlalu rame, seperti kawasan pegunungan es yg ada di Switzerland.

Tapi bukan berarti yg di Switzerland ini nggak bagus. Bagus banget malah, untuk bagusnya sama-sama bagus menurut gue. Cuman dari area yg gue kunjungin saat itu: Interlaken dan Jungfraujoch, adalah sangat touristy, jadi akan sangat rame orang dimana-mana, dan harganya sangat mahal, tapi untuk para traveler yg solo trip akan lebih mudah mengunjungi area yg ada di Switzerland ini, karena transportasi umum ke destinasinya cukup memadai, berbeda dg Dolomiti yg harus dijangkau dengan private car.

Jadi kalau utk solo traveler gue akan memilih kawasan Alps Mountain yg ada di Switzerland, karena untuk transportasi publiknya cukup memadai menjangkau destinasinya, walaupun daily costnya sangat mahal, apalagi harga tiket-tiket keretanya. Tapi kalau group trip, gue akan pilih Dolomiti, bisa sewa mobil, dan daily cost disini murah, dan hampir semua area wisatanya gratissss!

Flam, salah satu desa kecil yang ada di Norway, tapi cukup menarik perhatian karena dilewati rute Norway in a nutshell tour. Tanpa pernah ada rencana menginap disini, sampai bertemulah dengan beberapa traveler lain yang bikin plan super apik utk jelajahi Norway dalam waktu yg terbatas. Gue yg waktu itu solo trip udah terombang-ambing dg plan yg males bgt utk dijalanin, karena hampir sebulan lebih di Europe jd cukup merasa bosan. Beruntung ketemu dua orang ini yg bikin semangat gue naik lagi.

Gue sangat nyaranin sih tinggal semalem di Flam ini, desanya kecil banget, jumlah rumah mungkin bisa dihitung pake jari, bikin damai dan syahdu banget explore area ini. Waktu itu explore Flam jalan kaki bertiga, yg berakhir dg nyerah karena udah terlalu dingin dan mulai gelap. Disini atraksit utamanya adalah Fjords, terdapat dermaga dan shuttle bus utk orang-orang yg melewati jalur Norway in a nutshell tour, jadi cukup ramai siang hari, mulai sangat sepi menjelang sore.

Tips Merawat Jaket Outdoor untuk Trekking Gunung

Yuhuuuu.. Udah lama gak kasih tips mendaki gunung nih..
Kali ini gue akan sharing bareng dengan travel gear

* Buat jacketyg punya label “waterproof”, supaya ga hilang anti airnya, cek siapa tau bukan dr kualitas jaketnya tp ternyata perawatannya yg salah. Pacar ajah kalo dirawatnya salah bisa kabur apalagi jacket

Simak yuukk
TIPS SIMPLE MERAWAT JAKET OUTDOOR

1. Cek label di jaket…biasanya label ini ada di pojok2 dalam jaket/celana, ikutin instruksi perawatan sesuai di label

2. Jacket/perlengkapan Outdoor dgn perawatan khusus biasanya, di cuci hanya di bilas dengan shampoo dan air aja sudah cukup, jangan pakai deterjen yang bubuk, Jangan pakai mesin cuci. Atau bisa pakai shampoo baby.

3. Di kucek kucek manja dgn tangan saja di bagian yang kotor atau bernoda, kalau noda nya bandel jangan di omelin krn tetep ajah gak akan ilang, pakai sikat halus contoh sikat gigi yg sdh ga dipakai..sikat yg lembut aja dgn searah menyikatnya, jangan pernah disikat dengan sikat yg kasar dan keras ya…dia ga suka dikasarin Ini bukan KDRT

4. Habis d cuci kalau mau direndam dgn pewangi or pelembut bisa tp jgn lama2 direndamnya maksimal 15menitan.

5. Dijemur nya di angin-angin saja…stlh dicuci pun jgn diplintir2…kibas2 aja trus pakai hanger/gantungan. Jgn digantung terlalu lama jg, kasih kepastian, dia jg gak suka digantung..

6. Hindari menjemur dengan terkena sinar matahari langsung, bisa mengelupas semua latex or bagian peralatan outdoor ini.

7. Setelah kering, mau di setrika?nah kembali cek label..kalau ada setrika silang brarti tdk boleh disetrika atau ada yg boleh d setrika tp low aja panas nya

8. Jaket simpan di tempat yang tidak lembab, pakai kamper atau anti jamur, kalau skrg ada silica gel.

9. Kalo ga bisa ngerawat jacket, jgn harap bisa ngerawat pacar.

10. Yg terakhir, kalo pinjam perlengkapan outdoor orang lain jgn lupa dikembalikan yah.

Nah itu tips sederhana dari mimin travel gear semoga bermanfaat yaa, kalau ada yg mau tambahin boleh…silahkan ya