Perawatan Tubuh dan Rambut Semasa Pandemi

Sunscreen untuk Tubuh

Weekdays aku enggak sempat jemuran santai karena jalan pagi dan les, paling berjemur sebentar aja pas break jam 10. Naah makanya kalau weekend kesempatan deh, jemuran pakai kursi berjemur yang baru dibeli Terus apply produknya lengkap:

• Reef Sun Dry Tan Oil SPF 30+ (tanning oil yang aku bawa ke Bandung, ini SPFnya lumayan tinggi jadi aku biasanya apply ini aja di badan)
• Klorane idn Sun Radiance Protective Oil (praktis kemasan spray, biat rambut enggak kering dan kusam karena matahari)
• Banilaco id Hello Sunny Water Essence Sun Spray SPF 50+ PA++++ (pakai spray untuk retouch, karena paginya udah apply yang bentuk cream)
.
Walaupun belum bisa ke pantai tapi ternyata masih bisa mengkondisikan berjemur di rumah pakai produk yang biasa aku bawa ke pantai, aromanya nostalgic.

Priming Water

Siapa bilang Priming Water studio tropik cuma bisa jadi make-up base spray aja? Nihhh aku kasih tau teknik kece yang bisa kalian praktekkin sehari-hari. Di sini aku pakai Balance Priming Water (yang warna kuning) karena ada kandungan Niacinamide & Zinc yang bagus untuk kulit oily/acne prone.

Nah setelah cuci muka, spray Balance Priming Water dan diamkan sebentar sampai enggak terlalu basah di kulit. Terus lanjutin deh skincare seperti biasa; essence, serum, moisturizer, sunscreen. Lalu last step spray lagi Balance Priming Waternya! Voila Enggak masalah setelahnya kamu pakai make-up atau enggak, yang jelas kulitnya bakal lebih hydrate dan kelihatan glowing.

FAQ menyisir rambut Keriting

– SISIR YANG DIPAKAI?
• Pakai Tangle Teezer sejak 2013
– SISIRAN ENGGAK SIH?
• Sebelum keramas saat rambut kering aja, tapi kadang pas rambut pakai conditioner disisir lagi.
– KENAPA ENGGAK SISIRAN LAGI SETELAH KERAMAS PAS RAMBUT UDAH KERING?
• Kalau disisir setelah styling pasti jadi pecah keritingnya. Naahh kalau udah pecah gini cara balikinnya ya harus dibasahin lagi rambutnya. Jadiiiii….. kalau kalian punya teman rambutnya keriting please jangan coba-coba untuk menyisir rambut teman kalian (biasanya) pakai jari dengan alasan gemas dan ingin pegang! Alasan tidak bisa diterima kecuali mau keramasin lagi.

Trekking Gunung Singgalang dengan Tim Solid

Do’a kami pagi itu, Jumat 27 Juli 2021 adalah…. “Semoga tidak ada pendaki lain yang naik, agar Singgalang hanya milik kami”. Dan alhamdulillah, doa anak baik didengar. Selama 24 jam penuh, Singgalang hanya milik kami ber 3. Damainya hidup waktu itu diciptakan oleh Allah, kami, dan Telaga Dewi. Singgalang adalah segala macam suasana.

Dari awal pendakian kami sudah disuguhi medan dengan kemiringan hampir 80 derajat (?) berupa tanah liat yang vibram pun bisa terpeleset. Setelahnya, medan berganti seperti terowongan2 di Shelter Kerinci berupa terowongan alami yang terbuat dari pohon. Bukan cuma harus merunduk, jalan pun hanya bisa 1 baris kaki karena kondisi jalan yang sangat sempit, dan licin.

Jika Ciremai punya Tanjakan Bin Bin, Seruni, Bapa Tere dll, Singgalang sejatinya punya 10 kali lipat lebih dari itu. Hanya saja, belum bertuan. Hanya sekedar tanjakan tanpa nama, tapi tenaga yang dikeluarkan untuk merambati tiap tanjakannya bukan cuma bisa sekedar atau ala kadarnya saja.

Suasana mulai berubah saat keluar hutan di Cadas, lahan mulai terbuka dan kami bisa melihat Marapi dari sana. Kemudian kembali memasuki hutan berupa lumut, kami harus extra hati2. Sangat disarankan membawa trekking pole ataupun kayu sebagai pegangan dan koreksi medan, apakah itu tanah mantap atau lumpur dalam. Pohon yang menjadi pijakan pun terkadang sangat licin, sehingga kalian harus punya pegangan, baik itu trekking pole, kayu atau pun manusia. Hawa damai mulai menggelayuti ketika bau Telaga Dewi mulai tercium, pertanda Tenda ingin segera didirikan.

Singgalang adalah segala macam cuaca. Panas terik, kabut, gerimis, hujan lebat, mendung, cerah merekah, padang bulan, langit penuh gemintang, semua ada di Singgalang. Bahkan dalam hitungan jam, kami bisa menikmati serentetan perbedaan cuaca tersebut. Luar biasa, dan aku baru menemuinya disini.

Singgalang adalah segala macam rasa. 24 jam lebih menitipkan raga dan jiwa kami di Telaga Dewi, berat sekali saat harus mulai berbenah diri dan melangkah meninggalkan segala yang ada disana. Setiap pertemuan harus ada perpisahan.Yang datang akan pergi, yang hidup akan mati. Tapi pada Singgalang…yang rindu akan semakin rindu.

Taiwan Punya Danau Besar Seperti Lautan

Halo Taiwan! Saya sudah bermimpi untuk mengunjungi Taiwan sejak bertahun-tahun yang lalu dan akhirnya berhasil! Begitu banyak tempat indah untuk dilihat di Taiwan! Kami pergi dari Selatan ke bagian Utara Taiwan dalam 5 hari! *sangat terburu-buru*

Kami mendapatkan pembelajaran tentang budaya otentik Taiwan, melihat keindahan Danau Sun Moon dari Kereta Gantung, berjalan-jalan di sekitar Pasar Malam di Taichung dan terkesan dengan The Iconic Landmark ‘Taipei 101’. Saya sudah merindukan segalanya tentang Taiwan!

Apakah Anda pernah ke Taiwan sebelumnya? Apa hal favorit Anda untuk dilakukan di Taiwan? Bagi saya hal tak terlupakan adalah melihat bunga sakura dan mengambil kabel untuk melihat seluruh Danau Sun Moon dari atas! Ini adalah hal yang harus dilakukan di Taiwan!

Satu lagi tempat menarik yang ada di Taiwan adalah sun moon lake atau yang biasa disebut dengan danau matahari dan bulan. Ini adalah sebuah danau ya, bukan laut. Memang ukuran danau ini tergolong besar makanya dinobatkan menjadi danau terbesar di Taiwan.

Ketika berkunjung kesini saya menaiki cable car sehingga dapat melihat dengan jelas keindahan danau dari atas. Sekelilingnya penuh dengan hutan hijau dan rindang. Ditambah lagi sudut kota taiwan juga dapat terlihat dari cable car yang saya naiki. Ini adalah salah satu pengalaman terkeren yang pernah saya alami ketika traveling.

Beneran deh, superrr cantik banget! Buat yg belum pernah naik cable car atau gondola, pengalaman ini gak boleh kalian lewatin! Sun Moon Lake dikelilingi oleh perbukitan yg cantik dengan layers yg mempesona! Gak terasa bangettt naiknya, karena aku menikmati banget eh tiba” udah sampe bawah lagi, worth it banget.

Pokoknya jika suatu saat kalian berkunjung ke Taiwan, jangan lupa untuk pergi melihat sun moon lake sejenak. Pemandangan dari sini membuat kita dapat menyadari betapa besarnya dunia ini dan betapa kecilnya manusia. Jadi, apa yang masih mau disombongkan dari diri sendiri? Di atas cable car ada langit. Di atas langit masih ada langit.

Tempat Bagus di Jakarta yang Sudah Menerapkan New Normal

YIPIW udah bisa nginep lagi bobobox id (buat yang belum tau ada fasilitas apa aja bisa langsung ke tiktok ku) BTW ada potongan harga kalo kalian pake refferal code gue BOBXRIFKIANTARIKSA lumayan kan hemat budget kalo lagi traveling. Harga dari bobobox nya aja udah terjangkau banget, apalagi kalau ditambah dengan promo. Kebayang ga sih liburan kalian akan menjadi sangat murah dan hemat.

Memasuki masa New Normal gini, Bobobox bikin program tanpa kontak, seperti yang diketahui kan untuk semua fitur yang bisa kita gunain itu ada di aplikasinya. Jadi dari mulai masuk check-in sampai masuk kamar (pod) tinggal pake handphone aja!
Walaupun ada beberapa fasilitasnya yang harus di limit untuk mengurangi angka Covid seperti komunal dan mushola. Ini nih menunjang buat new normal untuk tetap aman. Tapi jangan khawatir, beberapa fasilitas lain masih ada kok seperti biasa.

Another spot foto dijakarta check! Enak banget sunsetan disini apalagi sambil denger musik jadi berasa di canggu. VillaVi ini memang salah satu tempat foto yang instagramable banget deh pokoknya!

Sayangnya tempat ini tuh gak bisa di nginepin ya, tapi buat kalian yang mau bikin acara disini atau foto foto praweding dan semacamnya bisa banget. Biasanya mereka juga ada acara ngopi ditempat ini, kalian bisa cek sendiri langsung di IGnya ya! Save and thank me later.

Guys, gue nemu lagi nih spot keren yang bisa gue nikmatin kayak kemarin. Ternyata masih banyak spot keren untuk nikmatin sore di Jakarta kayak yang lo liat ini. Untung gue ga lupa bawa handphone vivo v19, jadi gue selalu ready untuk capture pake 48MP Clear Camera. Hasilnya yang clear bikin gue selalu semangat untuk menjalani kegiatan sampai selesai. .
Btw sekarang lo udah bisa beli produk vivo yang lo mau pake Layanan Antar ke Rumah dari vivo indonesia biar lo makin semangat berkegiatan di New Normal ini. Ayo liat info lebih lanjut di vivosmartphone.id.

Alkisah sang Angin & si Matahari Berdebat Siapa Terkuat

Biasanya saya selalu membawa sebuah jurnal di setiap perjalanan saya. Entah jurnal kecil atau yang size nya agak lebih besar, saya selalu menyelipkan buku jurnal dalam ransel setiap melakukan perjalanan. Kemana kaki saya melangkah jurnal ini tak hanya berperan sebagai sobat, tapi juga menjadi wadah untuk mencatat atau mensketsa apa yang saya lihat, saya dengar or saya rasakan. Buku jurnal bisa berisikan catatan penting tentang lokasi, sejarah, hasil obrolan dengan warga lokal, rasa atau sensasi apa saja yang dialami ketika berjalan. .

Sejak era Ibnu Batuta, Marco Polo, Hiram Bingham, George Mallory, hingga Michael Palin dan Farid Gaban, mereka selalu menggoreskan rekaman jejak yang teralami pada jurnal nya masing2 sepanjang ekspedisi mereka. Hingga seringkali sebuah gagasan memukau bisa terlahir dari situ. Atapun bisa saja setelah berapa tahun kita buka kembali jurnal yang kita punya.

Salah satu contoh cerita yang saya dapatkan ketika perjalanan dari seorang lelaki tua adalah tentang angin dan matahari. Keduanya beradu siapa yang terkuat dan paling berkuasa. Cerita ini saya catat di jurnal saya dan akan menjadi cerita untuk anak cucu kelak.

Angin mengklaim bahwa hembusannya mampu memporak-porandakan suatu desa, membuat gulungan ombak raksasa di lautan. Si matahari tenang saja, masih saja tak percaya. Hingga mereka pun bertaruh, “Mari kita lihat, siapa yang mampu membuat laki-laki itu melepas jaket hijaunya, maka dia lah pemenangnya!” Tantang si Angin.

Semakin ditiupkan kencang, semakin ditutup jaket lelaki itu. Semakin bernafsu dorongan hembusannya, semakin si lelaki itu memegang erat memeluk jaket hijaunya. Dan si angin pun kelelahan.

Giliran si Matahari. Dengan tenang ia memancarkan sinarnya, perlahan, berkala. Hingga radiasi nya menjadi selimut yang panas, terik, makin panas, pelan-pelan. Hingga si lelaki pun tergerak melepas jaket hijau nya sendiri.

Sering kita di hantam oleh ego sendiri, utk bertindak terburu-buru mencapai target. Santai. Balas lagi kirimkan bogem pada si ego. Nikmatin segala proses yang berjalan.

Dan si lelaki berjaket hijau itu pun melerai dan mendamaikan saga si Angin & Matahari. Akhirnya ia mengeluarkan kata2, sama2 saling mengingatkan : “Udah lah ga perlu ngeributin siapa yang terkuat, sebab yang terkuat adalah yang mampu bangkit berdiri kembali setelah terjatuh, ga mengeluh, dan tetep optimis.”

“Udah gih sana pada pulang, dah sore, mandi, waktunya ngaji.” Tutup lelaki tersebut sambil merogoh rokok di sakunya.